Sunday, October 25
Shadow

Sejarah Makanan Indonesia yang berasal dari Tionghoa

Indonesia dahulu adalah sebagai lalu lintas perdagangan rempah. Rempah yang ada di Maluku dan di beberapa propinsi lain mengundang pedagang arab, Portugis, China( Tionghoa ) untuk datang. Terjadilah percampuran budaya, pengaruh makanan yang di bawa dari pedagang. Sejarah Makanan Indonesia yang berasal dari Tionghoa.

Contoh makanan yang asal Tionghoa adalah bakwan. Di beberapa daerah di Indonesia. Bakwan mempunyai nama yang berbeda – beda. Ote-ote, bala-bala.

Jadi makanan yang berawal Bak seperti bakwan, bakso, bakpia, bakmie, bacang, bakpau berasal dari China. Bak berarti daging dalam bahasa China.

Sejarah Makanan Indonesia yang berasal dari Tionghoa

Sejarah Makanan Indonesia dan Keanekaragaman Kuliner Indonesia

Beberapa makanan asal tionghoa sudah mengalami modifikasi dengan selera lokal Indonesia. Contoh : Batagor, siomay, Cakwe, Mie pangsit, kwetiau, bakmie.

Untuk siomay, ada sebagian bahan dari siomay atau dim sum menggunakan bahan non halal. Karena Indonesia adalah penduduk yang mayoritas beragama islam maka dalam perkembangannya resepnya mengalami modifikasi sesuai dengan selera lokal dan bisa di makan oleh kita umat muslim.

Baca juga : Salted menggantikan Unsalted Butter dalam membuat kue, bisakah ?

Sebagian masakan Tionghoa ada yang menggunakan arak sebagai tambahan penyedap rasa dari kuahnya, namun dalam proses adaptasinya ada yang di rubah untuk tidak menggunakan jenis bahan yang tidak bisa di makan oleh masyarakat islam di Indonesia

Kebanyakan makanan Tionghoa ( China ) menggunakan bahan Non Halal tidak hanya siomay sehingga saat di Indonesia mengalami perubahan dengan mengganti daging /minyak non halal menjadi yang halal.

Dalam keseharian beragam makanan yang disebutkan di atas adalah bagian dari jajanan yang sering di temui baik di pinggir jalan hingga di mall seperti mie pangsit, bakso dan sebagainya. Semua ternyata adalah makanan tionghoa

Makanan Indonesia menjadi punya keanekaragaman dalam rasa, warna dan tekstur di 34 provinsi. Ditambah lagi makanan yang diadaptasi dari campuran budaya negara Asia lain seperti China, India, Malaysia, Arab.

Di negara serumpun Asia, sering kita jumpai makanan yang hampir sama tapi dengan nama yang berbeda. Menarik sekali mengetahui bahwa kuliner kita kaya akan rasa. Suatu warisan dari nenek moyang yang perlu di lestarikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *